The Freaks akan mengusung tema lagu yang bisa dibawakan oleh semua personilnya, baik sebagai soloist, duet, ataupun grup. -
Ketika penyanyi multi-talenta, Calvin sedang tidak disibukkan dengan The Freaks, dia menghabiskan waktunya untuk bisnis barunya di dunia kuliner. Indische Koekies, nama yang dipilih Calvin untuk usahanya ini. Menjual berbagai macam kue dan cookies, Calvin mengaku memiliki hobi memasak. “Aku suka banget masak, nanti ketika aku harus berhenti dari dunia musik aku pengen banget jadi chef dan buka restoran sendiri,” ungkap Calvin.
Ini dia obrolan migme bersama Calvin mengenai kesibukannya dengan The Freaks. Dan tentang lagu terbaru mereka Cinta Tak Ada Logika yang telah dirilis 10 Juni lalu.
-
migme: Gimana sih The Freaks bisa terbentuk? Apa tujuan dari kolaborasi ini?
Calvin Jeremy: Ide ini awalnya datang dari teman aku yang sangat multi-talenta, Agnez Mo yang juga memproduseri project ini. The Freaks bukan band, tapi merupakan judul dari album kolaborasi kami bukan hanya untuk menghibur anak-anak muda saja, tapi juga memberikan sesuatu yang fresh dan warna baru bagi industri musik Indonesia.
Kami berlima termasuk Agnez Mo, berasal dari genre, style, dan latarbelakang karir yang berbeda. Kami percaya bahwa kami bisa memberikan energi positif dan bisa diterima oleh masyarakat.
Migme: Apa sih arti atau alasan di balik nama The Freaks?
Calvin Jeremy: Waktu pertama kali aku denger namanya, aku juga penasaran kenapa kok memilih nama itu. Dan termyata, The Freaks itu merepresentasikan sesuatu yang berbeda dan irregular (dalam arti yang baik). Ini satu nama yang mengundang kontroversial. Ketika ada yang berkomentar negatif (seperti biasanya) melihat energi positif yang kami tunjukkan, mereka akan berkata , “Wow, they’re FREAKIN’ awesome!”
Kami dance, dan kami bernyanyi. Musiknya, arrangement-nya, liriknya, dan warna vokal kami is freaking amazing. Kamu pasti gak mau terlewatkan untuk jadi orang pertama yang mendapatkan album The Freak.
Migme: Kasih tau kita dong tentang single terbaru The Freaks yang Tak Ada Logika, Ku T’lah Jatuh Cinta
Calvin Jeremy: Ini merupakan mash-up dari dua lagu Agnez Mo yang di remixed dan di-arrange ulang dengan beat dance yang friendly, dan kami berlima memiliki part masing-masing di lagu ini. Sejujurnya, ini pertama kalinya aku bernyanyi dengan upbeat pop song, dan aku harus beberapa kali bernyanyi dengan note tinggi.
Aku yakin kalau kami sudah melakukan yang terbaik. Ini ialah lagu yang bagus untuk mood-boaster kamu.
Migme: Apakah kamu merasa terintimidasi berkerjasama dengan Agnez Mo? Ada gak sih yang kamu takutin?
Calvin Jeremy: Aku percaya kalau seseroang yang sudah sukses memiliki sifat humble.
Sebelum aku ketemu Agnes, aku selalu merasa kalau Agnes ialah orang yang humble, tak peduli dengan omongan orang lain atau apapun yang diberitakan oleh media. Dan ternyata pemikiran aku benar, ketika aku ketemu dia, dia orang yang sangat baik. Dia berbagi pengalamannya sama kami dan memberikan saran yang baik untuk tetap berusaha keras. Agnez juga mengarahkan aku dan Rassya untuk duet kami langsung setelah ia baru mendarat dari LA. Dia sangat berdedikasi dan professional.
Migme: Beberapa personil dari grup kamu kan anak dari para selebritis, menurut kamu gimana?
Calvin Jeremy: Lucunya sih mereka gak peduli tentang mereka yang merupakan anak dari selebritis terkenal, karena ini ialah karir mereka sendiri. Ketika mereka perform, orangtua mereka hanyalah supervise dan mereka akan menunjukkan kemampuannya sendiri dengan memberikan perform yang lebih baik. Baik Rassya maupun Aliando, mereka sangat professional, mereka tidak ingin dikenal karena siapa mereka, tapi karena keahlian yang mereka punya.
Migme: Kalian kan sama-sama bisa memainkan alat musik nih, pernah gak sih kalian main alat musik bareng-bareng?
Calvin Jeremy: Yeah, aku pernah omongin ini juga sama mereka, Gimana kalau aku main piano atau gitar, Aliando main drum, Rassya bagian rap, dan Nikita yang nyanyi. Bakal keren kan?? Hehehe
Migme: Di video teaser kan Calvin dance tuh, susah gak sih?
Calvin Jeremy: Oh man, percaya sama aku betapa susahnya untuk mencoba dance pertama kalinya. Tapi hal baiknya ialah karena dance itu jadi menyatukan kita semua. Nikita, Aliando, dan Rassya pun juga sama susahnya untuk mencoba dance ini, dan kita terus-terusan berlatih sampai kita dapetin chemistry satu sama lain.
Director musik video kita, Rizal Mantovani berpikir bahwa kami berempat udah saling lama kenal. Dan dia kaget pas tau kalau kami baru kenal beberapa minggu karena latihan dance bareng. Dia bilang selama dia berkelut di bidang ini, bikin video musik ataupun film, dia belum pernah lihat chemistry yang begitu kuat seperti kami ini.
Migme: Siapa sih personil The Freaks yang paling deket sama Calvin?
Calvin Jeremy: Teuku Rassya dan Nikita Willy